Zhang Yong dan Istri Orang Terkaya di Singapura

Zhang Yong dan Istri Orang Terkaya di Singapura

Zhang Yong dan Istri Orang Terkaya di Singapura

Zhang Yong dan Istri Orang Terkaya di Singapura, – Pandemik COVID-19 tidak menumpulkan kekayaan orang terkaya di Singapura, bahkan membuat kekayaan pasangan suami istri Zhang Yong dan Shu Ping malah bertambah, sehingga menjadikan mereka sebagai orang terkaya di Singapura.

Zhang Yong saat ini adalah orang terkaya di Singapura. Kekayaan bersihnya mencapai USD 13 miliar di tahun 2019. Miliarder ini memiliki restoran hot pot HaiDiLao. Sebelum memiliki 466 restoran, Zhang Yong merupakan seorang buruh. Ia bekerja di pabrik dengan bayaran USD 14 atau Rp 190 ribu sebulan.

Pasangan itu memimpin kekayaan bersih gabungan sebesar US$19 miliar, atau setara dengan Rp266 triliun (asumsi kurs Rp14.000).

1. Tidak pernah makan di restoran

Zhang Yong merupakan miliarder kelahiran Tiongkok, yang tidak menyelesaikan sekolah menengah atas. Dia tidak pernah makan di restoran hingga berusia 19 tahun. Namun pada tiga dekade kemudian, dia memiliki kekayaan bersih lebih dari US$3,9 miliar dan berhasil menjalankan jaringan restoran dengan lebih dari 300 lokasi di seluruh dunia.

2. Menjadi pengusaha restoran

Zhang merupakan, salah satu pendiri dan CEO Haidilao International Holding, perusahaan induk rantai restoran hotpot Tiongkok Hai Di Lao. Dia menyajikan kaldu panas yang digunakan untuk memasak berbagai daging, sayuran, dan mie.

Tahun lalu, jaringan restoran tersebut melaporkan pendapatan US$1,6 miliar dan pada September Haidilao mengumpulkan hampir US$1 miliar dalam IPO yang menilai perusahaan sekitar US$12 miliar.

3. Zhang Yong dan Shu Ping memiliki 58 persen saham dari Haidilao

Zhang dan istrinya, Shu Ping, memiliki 58 persen saham dari Haidilao dan, bersama dengan aset mereka yang lain, IPO memberi mereka kekayaan bersih gabungan hampir US$8 miliar, menurut Bloomberg.

Penilaian besar itu datang 24 tahun setelah Zhang, yang saat itu berusia awal 20-an, berhenti dari pekerjaannya di sebuah pabrik traktor yang dikelola pemerintah di kampung halamannya di Jianyang untuk membuka restoran empat meja pada tahun 1994.

***

Sebagai seorang pemuda, Zhang berkelana untuk perjalanan pertamanya ke restoran yang sebenarnya di bagian pedesaan Jianyang di provinsi Sichuan, Tiongkok.