Turis Asing Dilarang Berkunjung Thailand Ambruk

Turis Asing Dilarang Berkunjung Thailand Ambruk

Turis Asing Dilarang Berkunjung Thailand Ambruk

Turis Asing Dilarang Berkunjung Thailand Ambruk – Pariwisata Thailand kini semakin berkembang pesat, bahkan terus melakukan inovasi dan publikasi yang luar biasa untuk memikat wisatawan mancanegara. Tahun 2014, Thailand berhasil menggaet 27 juta wisatawan dari penjuru dunia, termasuk warga Indonesia.

Beberapa alasan yang ditemukan mengapa disebut negeri Gajah Putih antara lain:

(1) spesies hewan gajah putih asli dari Thailand;
(2) pada jaman dahulu kala gajah putih dianggap sebagai hewan suci umat Buddha Thai karena gajah putih adalah kendaraan Sidharta Gautama saat bertapa untuk mendapat wahyu;
(3) Thailand satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah kekuasaan Eropa sehingga menjadikannya putih bersih.

Pandemik COVID-19 benar-benar memukul industri pariwisata di Thailand. Ketua Dewan Pariwisata Thailand, Chairat Trirattanajarasporn bahkan sudah mewanti-wanti sepertiga biro perjalanan akan gulung tikar bila dipaksa harus tetap buka hingga memasuki parah kedua pada 2020 ini.

“Dampak COVID-19 akan sangat serius ketika memasuki kuarter ketiga tahun ini. Banyak biro perjalanan mencoba memotong biaya dengan memecat karyawannya. Sebelumnya, setelah PHK 1 juta pegawai, kondisi pariwisata juga masih belum membaik karena belum ada turis asing yang diizinkan masuk ke dalam,” ungkap Chairat seperti dikutip laman The Nation pada Senin.

Dewan Pariwisata memprediksi hingga tiga bulan ke depan, akan ada 30 persen bisnis di sektor pariwisata di Thailand terancam akan gulung tikar permanen. Beberapa biro perjalanan bahkan telah menjual aset mereka seperti hotel, resor, restoran, dan toko-toko cinderamata kepada para investor yang ingin mengubahnya menjadi bisnis lain.

Para pelaku pariwisata meminta uluran tangan pemerintah

Lantaran tak sanggup menanggung beban keuangan sendiri, maka para pelaku industri pariwisata di Thailand akhirnya meminta untuk bertemu dengan Perdana Menteri Jenderal Prayut Chan-o-cha pada Jumat, 10 Juli 2020 lalu. Dalam pertemuan itu, mereka mengusulkan lima hal kepada pemerintah supaya industri pariwisata bisa tetap bertahan.

“Langkah-langkah itu antara lain menyediakan pinjaman lunak kepada para wirausaha di bidang pariwisata, mempertimbangkan untuk mempercepat pembukaan penerbangan internasional bagi turis asing di bawah skematravel bubble, dan menawarkan diskon untuk biaya tagihan listrik sebab itu salah satu beban tertinggi yang dialami oleh pengelola hotel,” kata Chairat.

Selain itu, memperpanjang waktu untuk membayar kompensasi bagi staf yang dirumahkan sementara waktu dari Juni hingga Desember dan mengurangi dana kontribusi pegawai melalui skema dana penjamin sosial dari angka 4 persen ke 1 persen.

Dewan Pariwisata Thailand juga sudah memprediksi pemasukan dari turis asing di tahun 2020 akan anjlok dari 2,2 miliar baht pada 2019 menjadi 600 juta baht pada 2020.

Thailand sudah membuka pintu kedatangan bagi kategori tertentu sejak 1 Juli lalu

Sementara, menurut laman VOA News, Thailand sudah membuka pintu untuk kedatangan internasional sejak 1 Juli 2020 lalu. Namun, masih terbatas kepada beberapa kategori individu seperti penduduk tetap, warga asing yang memegang izin bekerja di Thailand, investor, guru, pelajar, dan wisatawan yang berobat.

Negeri Gajah Putih itu tengah membidik target untuk bisa mendatangkan turis dari beberapa negara Asia mulai Agustus atau September mendatang, di mana bulan-bulan itu menjadi puncak kunjungan turis. Kendati membuka pintu lebar-lebar bagi wisatawan asing, namun Thailand harus membatasi jumlah kunjungan mereka.

Selain itu, aturan dari otoritas setempat mewajibkan para turis itu untuk mengunduh aplikasi ponsel yang dapat melacak pergerakan mereka. Para turis itu juga diminta untuk sementara waktu tidak berjalan jauh meninggalkan hotel.