Tiket KAI Jarak Jauh Naik Sebesar 40 Persen

Tiket KAI Jarak Jauh Naik Sebesar 40 Persen

Tiket KAI Jarak Jauh Naik Sebesar 40 Persen

Tiket KAI Jarak Jauh Naik Sebesar 40 Persen, – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyatakan sudah menaikkan harga tiket kereta api (KA) jarak jauh sebesar 30 persen-40 persen. Kenaikan harga tiket dilakukan karena pemerintah hanya mengizinkan perusahaan mengangkut penumpang maksimal 70 persen dari total kursi yang tersedia.

Joni menyatakan kenaikan harga tiket KA jarak jauh berlaku untuk semua rute. Dengan kenaikan harga, perusahaan berharap keuangan perusahaan tetap terjaga meski kapasitas tak bisa diisi 100 persen.

Ia bilang kenaikan harga tiket akan bersifat dinamis. Perusahaan akan menyesuaikan dengan kebijakan pemerintah terkait kapasitas penumpang.

Manajemen, sambung Joni, akan terus mengevaluasi dampak kenaikan harga tiket terhadap penjualan secara berkala. Jika aturan pemerintah berubah, maka KAI akan kembali menyesuaikan kebijakan tersebut.

“Nanti kami kaji evaluasi ulang untuk tahap berikutnya, bisa jadi aturan pemerintah nanti kami ubah lagi. Jika berubah tentu akan evaluasi lagi, kaji ulang lagi,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri mengatakan pemerintah akan menaikkan kapasitas penumpang secara bertahap. Untuk tahap awal, pemerintah mengerek kapasitas menjadi 70 persen.

Ia bilang kenaikan kapasitas akan dievaluasi secara berkala. Jika efektif, pemerintah akan kembali menaikkan kapasitas maksimal menjadi 80 persen.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI akan mengoperasikan kembali kereta api (KA) jarak jauh dan KA reguler secara bertahap mulai Juni 2020.

Khusus untuk perjalanan KA reguler jarak jauh, calon penumpang wajib menyertakan sejumlah persyaratan. Persyaratan tersebut mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 7 Tahun 2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Direktur Niaga KAI Maqin U Norhadi mengatakan berkas-berkas tersebut harus ditunjukkan kepada petugas pada saat melakukan boarding.

“Jika saat proses boarding penumpang kedapatan tidak memenuhi ketentuan tersebut, maka tidak diperkenankan melakukan perjalanan dan tiket dapat dibatalkan dengan pengembalian bea penuh,” ujarnya dikutip dari keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com

 Pertama, calon penumpang menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji rapid tes dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan.

Kedua, menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza (influenza-like illness) yang dikeluarkan oleh dokter rumah sakit atau puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas tes PCR atau rapid test.

Ketiga, mengunduh dan mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat seluler.

Keempat,khusus bagi calon penumpang yang akan bepergian dari dan menuju Provinsi DKI Jakarta, diharuskan memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) DKI Jakarta.

Saat ini, KAI hanya mengoperasikan Kereta Api Luar Biasa (KLB) hingga Juni 2020. Mulai awal pekan lalu, Masyarakat umum sudah diperbolehkan menggunakan KLB tersebut. Sebelumnya, KAI hanya membatasi penumpang kereta untuk kategori perjalanan dinas, perjalanan repatriasi, hingga tenaga kesehatan.