Prediksi Usaha yang Bertahan dan Tertekan di Era Pandemi COVID-19

Prediksi Usaha yang Bertahan dan Tertekan di Era Pandemi COVID-19

Usaha yang Bertahan dan Tertekan

Prediksi – pandemi corona terus saja menyebar dan semakin luas di seluruh penjuru dunia. Infeksi COVID-19 di seluruh dunia sampai detik ini adalah 1.848.503 kasus. AS memimpin dengan negara terbanyak kasus corona dengan total 556.044 kasus dengan 42.735 pasien yang berhasil sembuh.

Pandemi ini tentu berdampak ke sektor ekonomi. Hampir sebagian besar ekonomi, analis dan ahli mengatakan virus corona menyebabkan pertumbuhan dunia melambat. Namun belum ada yang bisa memprediksi sedalam apa perlambatan tersebut.

Baca juga : Jamur Susu Harimau dari NTT Laris

Sejauh ini, telah ada beberapa sektor usaha yang telah terganggu bisnisnya. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pada kuartal I 2020, dunia usaha mengalami penurunan kinerja sebesar 5,56 persen.

Meski demikian, pada kuartal II 2020, diprediksi angka tersebut naik menjadi 2,13 persen. Hal ini disebabkan oleh naik turunnya kinerja sektor usaha di berbagai bidang.

Mengutip hasil survei BI, sektor usaha yang akan bisa bertahan dan justru mengalami AGEN HEBATBET peningkatan di tengah pandemi corona adalah sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan.

Secara subsektor, peningkatan terjadi pada tanaman perkebunan yang didorong oleh panen pada komoditas strategis perkebunan yaitu kelapa sawit, kakao dan cengkih.

Kemudia sumber perikanan juga diproyeksi meningkat sejalan dengan menurunnya curah hujan yng memperngaruhi hasil tangkapan.

Lalu sektor pengangkutan dan komunikasi juga diproyeksi mengalami akselerasi, khususnya subsektor pengangkutan karena adanya hari Raya Idul fitri. Namun memang, akselerasi ini tak tinggi karena masih adanya himbauan dari pemerintah terkait pembatasan mudik.

Terakhir, sektor jasa-jasa diperkirakan mengalami peningkatan kinerja yang cukup baik.

Sektor Tertekan

Sedangkan untuk sektor pertambangan dan penggalian diperkirakan akan tumbuh kearah yang neagtif. Harga mimyak dunia serta curah hujan yang tinggi diperkirakan amsih membatasi operasi sektor pertambangan dan penggalian.

Sedangkan untuk kegiatan usaha sektor Industri Pengolahan diperkirakan tumbuh terkontraksi. Hal tersebut terjadi karena dampak dari permintaan yang menurun.

Sejalan dengan penurunan kinerja kegiatan usaha, penggunaan tenaga kerja pada sektor Industri Pengolahan juga mengalami penurunan yang semakin dalam.

Kegiatan usaha sektor kontruksi prediksi juga terindikasi tumbuh terkontraksi. Perlambatan kegiatan usaha disebabkan oleh melemahnya pangsa permintaan proyek konstruksi dan infrastruktur.

Kegiatan usaha sektor perdagangan, hotel dan Restoran terindikasi turun cukup dalam. pertumbuhan sektor ini sudah sangat terlihat melambat saat ini.

Sumber : merdeka.com