Pertumbuhan Bisnis BRI Tetap Aman

Pertumbuhan Bisnis BRI Tetap Aman

Pertumbuhan Bisnis BRI Tetap Aman

Pertumbuhan Bisnis BRI Tetap Aman, – BRI terus mendorong geliat UMKM di Indonesia. Terlebih di tengah penerapan kenormalan baru di mana semua sektor bisnis ikut terdampak secara luas termasuk sektor Mikro. Kecil dan Menengah. Sebagai bentuk nyata, hingga Juli 2020. BRI telah menyalurkan KUR kepada para pelaku UMKM sebesar lebih dari Rp 66,7 Triliun kepada lebih dari 2 juta debitur di seluruh Indonesia.

BRI juga melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 183,7 Triliun kepada 2,9 juta debitur secara nasional.

Seiring fokus menyelamatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akibat tekanan perekonomian di tengah pandemik, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, tetap mampu mencatatkan pertumbuhan bisnis yang baik. Berikut laporan keuangan yang telah dilakukan BRI pada kuartal II atau semester awal di tahun 2020, yang disampaikan secara daring, Rabu.

Corporate Secretary Bank BRI Amam Sukriyanto mengungkapkan BRI telah melakukan sejumlah langkah untuk terus mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), salah satunya dengan merestrukturisasi kredit pelaku UMKM yang terdampak Covid-19.

Tak hanya hal tersebut, untuk meningkatkan bisnis para pelaku UMKM, BRI akan menggelar BRILIAN PRENEUR UMKM Export 2020, yakni sebuah pameran industri kreatif bagi pelaku UMKM yang telah siap untuk pasar internasional.

Penyaluran kredit sebesar 5,23 persen merupakan pencapaian tinggi BRI

Hingga kuartal II atau Juni 2020, secara konsolidasian BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp922,97 triliun atau tumbuh sebesar 5,23 persen year on year (yoy). Pencapaian ini lebih tinggi dari pertumbuhan kredit industri perbankan di bulan Juni 2020 sebesar 1,49 persen yoy.

Salah satu penyumbang utama pertumbuhan kredit BRI adalah segmen mikro dan retail menengah. Penyaluran kredit mikro tumbuh 7,1 persen dan retail menengah tumbuh 8,51 persen. Begitupun komposisi kredit UMKM BRI merangkak naik menjadi 78,58 persen pada Juni 2020 atau senilai Rp725,27 triliun disalurkan ke segmen UMKM.

BRI mencatatkan laba pada kuartal II sebesar Rp10,2 T

Pada sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI konsolidasian tercatat mencapai Rp1.072,50 triliun atau tumbuh 13,49 persen yoy. Pencapaian ini lebih tinggi dari penghimpunan DPK industri perbankan di bulan Juni 2020 yang tercatat sebesar 7,95 persen yoy.

Strategi yang telah diterapkan perusahaan untuk tetap tumbuh di tengah pandemik membuahkan hasil yang positif. Hingga akhir Juni 2020, perseroan mampu mencatatkan laba konsolidasian sebesar Rp10,20 triliun dengan aset konsolidasian mencapai Rp1.387,76 triliun atau tumbuh 7,73 persen yoy.

Di sisi lain, pandemi mampu mendorong transaksi digital di BRI sehingga mampu mendongkrak pencapaian pendapatan berbasis komisi. Hingga akhir Semester I 2020, pendapatan berbasis komisi BRI tercatat sebesar Rp 7,46 triliun atau tumbuh 18,59 persen yoy.

Transformasi yang dilakukan BRI juga sebagai upaya menjaga keberlangsungan UMKM dengan membawa misi membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Meningkatkan produktivitas UMKM artinya sama dengan meningkatkan penyerapan tenaga kerja karena UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia,” pungkas Sunarso.