Pertamina Pastikan Stock BBM dan LPG Aman

Stock BBM dan LPG Aman

PertaminaPT Pertamina (Persero) memastikan LPG dan bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman, khususnya pada wilayah Merketing Operation Region (MOR) Jawa bagian barat melingkupi Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebab, Pertamina merupakan salah satu sektor usaha yang dikecualikan dalam kebijakan PSBB.

Baca juga : Saksi Penjual Takjil Tidak Pakai Masker, Dilarang Jualan Sampai Denda Rp 100 Juta

General Manager MOR III Tengku Fernanda mengatakan Pertamina masih bisa beroperasi di tengah PSBB. Tengku juga memastikan bahwa penyaluran BBM dilakukan dengan protokol keamanan COVID-19.

“Dalam menghadapi Ramadan, Idul Fitri, dan pandemi COVID-19, sebagian besar pekerja di Pertamina MOR III tidak melakukan WFH (work from home), karena harus menjalankan live22 deposit pulsa operasional seperti di fuel terminal, depot LPG untuk memastikan kelancaran distribusi energi ke masyarakat,” ujarnya seperti dikutip dari Antara, Sabtu (25/4).

Terjadi Penurunan harga BBM

Tengku mengatakan konsumsi BBM di MOR III mengalami penurunan saat ini sebagai dampak dari PSBB dan WFH. Pihaknya mencatat pada April 2020, produk gasoline yakniPertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, turun sebesar 35 persen sedangkan gasoil yaitu Dexlite dan Pertamina Dex, terkoreksi 26 persen.

Saat ini, konsumsi gasoline mencapai 17.316 KL per hari. Angka itu turun signifikan dibanding pada kondisi normal yang mencapai 26.247 KL. Sedangkan, gasoil pada kondisi normal adalah 9.811 KL per hari dan rata-rata konsumsi pada April 2020 sebesar 7.502 KL per hari.

“Walau demikian, seluruh SPBU tidak ada yang tutup, tetap beroperasi melayani kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Peningkatan Konsumsi LPG

Peningkatan justru terjadi pada konsumsi LPG di sektor rumah tangga. Hal ini dipicu karena mayoritas masyarakat beraktivitas di rumah. Pihaknya mencatat konsumsi LPG subsidi 3 kilogram (KG) pada April 2020 naik 11 persen, dari konsumsi normal 6.504 metrik ton (MT)/hari menjadi 7.214 MT/hari.

Konsumsi LPGnon subsidi (Bright Gas 5,5KG dan 12 KG) justru mengalami penurunan 2 persen. Pada kondisi normal konsumsinya mencapai 646 MT per hari. Saat ini, konsumsinya mendapai 636 MT per hari.

“Kami memastikan stok BBM dan LPG saat ini berada dalam kondisi penuh dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terutama pada bulan Ramadhan ini. Pertamina juga telah melakukan tambahan pasokan (fakultatif) untuk LPG di wilayah MOR III, yang distribusikan kepada masyarakat melalui agen dan pangkalan LPG resmi Pertamina,” katanya.

Harga Minyak Melemah

Direktur Utama PT Pertamina (persero) Nicke Widyawati mengatakan ada beberapa alasan yang membuat tidak bisa menurunkan harga BBM. Mulai dari tingginya biaya produksi, peran Pertamina sebagai BUMN, dan aturan penjualan dari Kementerian ESDM.

Pertama, Nicke mengatakan Pertamina tidak bisa menyesuaikan Capital Expenditure (Capex) dan Operational Expenditure (Opex) di sektor hulu Pertamina sesuai harga minyak mentah (crude) hari ini.

“Terus terang saja, biaya produksinya itu lebih tinggi dibanding harga crude hari ini,” kata Nicke dalam rapat virtual bersama Komisi VII DPR RI, belum lama ini.

Nicke mengatakan Pertamina juga tidak bisa melawan harga impor. Ia mencontohkan, pada pertengahan hingga akhir Maret lalu Pertamina membeli crude US$24 per barel, tapi untuk harga produk gasoline sudah di level US$22,5 per barel.

“Jadi kalau di kondisi ini, lebih baik kita tutup semua kilang kan. Tapi faktanya kita tidak boleh seperti itu,” kata Nicke.

Sumber : idntimes.com