Pemerintah Naikkan Pinjaman untuk BUMN

Pemerintah Naikkan Pinjaman untuk BUMN

Pemerintah Naikkan Pinjaman untuk BUMN

Pemerintah Naikkan Pinjaman untuk BUMN.  Kementerian Keuangan memaparkan mengenai total dana talangan atau pinjaman yang akan diberikan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) naik dari Rp19,65 triliun menjadi Rp29,65 triliun. Pemberian dana dilakukan kepada perusahaan yang pelat merah yang terdampak penyebaran virus corona.

Staf khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi, Arya Sinulingga menerangkan, dana talangan itu bukan dana langsung dari pemerintah ke BUMN. Dana itu, melainkan Jaminan yang sudah harus diberikan pemerintah kepada BUMN.

“Pemerintah hanya bisa menjadi penjamin, dari mana didapatnya dan dari mana asalnya, tanya lah. Bisa dari mana-mana saja. Ada yang namanya, bisa dari bank bisa dari perbankan juga, bisa dari permodalan dan lain sebagainya,” ujar Arya dalam video conference di Jakarta, Selasa.

Jaminan tersebut bisa digunakan jika BUMN tak mampu untuk membayar pinjaman tersebut. Dana talangan itu juga bukan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Adi Budiarso mengatakan bahwa dana talangan ini sudah diberikan kepada PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN, Perum Perumnas, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, dan PT Perusahaan Pengelolaan Aset (Persero) atau PPA.

“BUMN ini bentuknya ada yang pinjaman dan penyertaan modal negara (PMN),” ucap Adi dalam video conference, Jumat.

Secara total keseluruhan, pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp53,57 triliun untuk pembiayaan korporasi. Selain PNM dan pinjaman kepada BUMN, ada pula penempatan dana untuk restrukturisasi padat karya sebesar Rp3,42 triliun.

Adi mengungkapkan bahwa jumlah biaya penanganan penyebaran virus corona di dalam negeri ditetapkan sebesar Rp695,2 triliun. Angkanya sudah naik dari sebelumnya yang hanya dijumlah Rp677 triliun.

Ia menjabarkan pemerintah akan segera mengucurkan pinjaman kepada PT Garuda Indonesia sebesar Rp29,65 triliun, KAI Rp3,5 triliun, dan PTPN Rp4 triliun. Lalu, Perum Perumnas akan segera mendapatkan dana pinjaman sebesar Rp650 miliar dan PPA Rp10 triliun.

Selain itu pemerintah mengalokasikan dana untuk PMN sebesar Rp20,5 triliun. Di sini, PPA kembali mendapatkan suntikan dana sebesar Rp5 triliun.

Kemudian, PMN juga akan diberikan kepada PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp7,5 triliun, PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI sebesar Rp6 trililun, PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM Rp1,5 triliun, dan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau ITDC sebesar Rp500 miliar.

Dana itu bisa digunakan untuk sektor kesehatan sebesar Rp87,5 triliun, perlindungan sosial Rp203,9 triliun, insentif usaha Rp120,61 trililun, UMKM Rp123,46 triliun, dan sektoral kementerian atau lembaga serta pemerintah daerah Rp106,11 triliun.