Pembangunan proyek terhambat akibat corona virus

Pembangunan proyek terhambat akibat corona virus

Pembangunan proyek terhambat akibat corona virus

Pembangunan proyek terhambat akibat corona virus,- perusahaan konsultan marketing serta riset, kembali menggelar survei dengan tema Construction Industry Perspective.

Dari hasil survei tersebut ditemukan adanya perlambatan yang signifikan pada pembangunan proyek di Indonesia sejak adanya pandemi virus Corona (COVID-19). Meski begitu, mayoritas proyek konstruksi di Indonesia tetap melanjutkan pembangunannya meski ada kebijakan PSBB.
“Kita melihat di sini memang COVID-19 memberikan dampak yang signifikan untuk perlambatan proyek di Indonesia. 80% responden setuju COVID-19 berdampak pada perlambatan dari proyek konstruksinya. Namun pada dasarnya, memang mayoritas kawasan konstruksi tetap menjalani proyeknya,

Dari 36 responden, 69% di antaranya mengaku tetap menjalankan proyek konstruksinya selama pandemi. Alasannya beragam, salah satunya karena ingin menjaga komitmen mereka terhadap pelanggan.
Sisanya, karena memang sudah menjalankan protokol kesehatan serta untuk menata cash flow mereka.

“Alasannya karena memang 92% mereka sudah menerapkan protokol kesehatan yang memadai dan yang menarik kita temukan itu 80% nya adalah karena keinginan mereka me-manage cash flow nya,” sambungnya.

Meski begitu, hasil survey MarkPlus Inc tidak merinci seberapa dalam perlambatan pembangunan proyek di Indonesia yang terdampak COVID-19 ini. Survei mereka hanya fokus pada dampak COVID-19 kepada industri konstruksi secara umum, persepsi terhadap metode inovatif konstruksi selama COVID-19 dan ekspektasi klien di industri konstruksi ke depan seperti apa.

“Jadi, dikurangi volumenya, dari misalnya 50 persen dari target menjadi 25 persen. Nanti dilanjutkan lagi pada tahun berikutnya jika kondisinya menunjang. Itu yang akan dilakukan terhadap proyek-proyek infrastruktur,” sebutnya.

Pandemi Covid-19 di Tanah Air turut memengaruhi kegiatan proyek-proyek infrastruktur, baik dalam pengadaan material proyek, pendanaan, maupun pelaksanaannya. Apalagi untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Bahkan di tengah pandemi ini ada kenaikan tarif, salah satu nya kenaikan tarif listrik yang membuat masyarakat kaget akan kenaikan ini. dan juga dikarenakan cash flow mereka yang di potong setengah oleh perusahaan yang dikarenakan perusahaan menjalankan protokol kesehatan yang mengharuskan pekerja masuk secara berganti-gantian.