Pekerja Tidak Ada Rekening Bisa Dapat Bantuan?

Pekerja Tidak Ada Rekening Bisa Dapat Bantuan

Pekerja Tidak Ada Rekening Bisa Dapat Bantuan?

Pekerja Tidak Ada Rekening Bisa Dapat Bantuan? – Pemerintah memberikan bantuan Rp 600 ribu per bulan untuk para pekerja dengan gaji di bawah Rp 5 juta. Bantuan tersebut bakal ditransfer ke rekening penerima. Lalu, yang tidak punya rekening, bagaimana?

Menteri BUMN yang juga Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Erick Thohir mengatakan, penerima bantuan Rp 600 ribu per bulan harus memiliki rekening terlebih dahulu.

“Bagaimana yang tidak punya rekening? Ini mohon maaf memang harus punya rekening gitu. Jadi, teman-teman pekerja silakan menyerahkan bank yang dia sudah punya, yang penting nomor rekeningnya aktif. Tidak harus bank pemerintah. Bank pemerintah hanya menyalurkan saja, selanjutnya ditransfer sesuai dengan nomor rekening teman-teman pekerja,” imbuhnya.

Erick menerangkan, para pelaku usaha mikro mulanya banyak yang tak punya rekening. Namun, sekarang banyak pelaku usaha yang sudah memiliki rekening.

“Kita lihat usaha mikro itu kan sebagian besar tidak punya rekening. Alhamdulillah mereka sekarang mau punya rekening. Hal ini agar mereka bisa masuk ke program yang diharapkan pemerintah ke depannya sendiri, program UMKM naik kelas, sehingga ketika akses perbankan bisa mereka dapatkan mereka bisa dapat bantuan dana,” terangnya.

Dikutip dari http://dotdotdot.me, Lebih lanjut, Erick menerangkan, pihaknya telah mengantongi 14 juta rekening calon penerima bantuan Rp 600 ribu. Dari 14 juta, 11 juta di antaranya telah valid.

“Dari 14 juta ini, 11 juta sudah clear, sudah valid karena itu kita punya keyakinan insyaallah di pertengahan September ini angka 13,8 juta yang tadi ditargetkan ya. Tentu maunya 15,7 juta ini bisa terlewatkan karena 14 juta sudah ada,” ungkapnya.

Dia mengatakan, pemberian bantuan ini dilakukan dua kali di mana masing-masing diberikan dengan besaran Rp 1,2 juta.

“Di mana dibagi dua kali Rp 1,2 juta dibagikan untuk gaji bulan September-Oktober pada Agustus dan September ini. Yang alhamdulillah di pertengahan September targetnya kalau bisa sudah tembus kira-kira 13,8 juta,” katanya.

“Dan tentu sisanya Rp 1,2 juta akan dibayarkan kurang lebih Oktober akhir atau November awal. Kita harapkan percepatan sehingga kapasitas daya beli masyarakat bisa terjaga,” sambungnya.