Pabrik LG Bekasi Ditutup 14 Hari, Jadi Klaster Baru COVID-19

Pabrik LG Bekasi Ditutup 14 Hari, Jadi Klaster Baru COVID-19

Pabrik LG Bekasi Ditutup 14 Hari, Jadi Klaster Baru COVID-19

Pabrik LG Bekasi Ditutup 14 Hari, Jadi Klaster Baru COVID-19 – Pabrik elektronik PT LG Electronics Indonesia di kawasan MM2100, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi menjadi klaster baru penyebaran COVID-19. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi meminta manajemen pabrik tersebut menutup perusahaan selama 14 hari.

Saat dikonfirmasi Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi Alamsyah mengatakan, hingga Selasa (25/8/2020) terdapat 238 karyawan yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dia memberi sinyal bahwa tidak menutup kemungkinan akan ada lagi penambahan jumlah kasus di pabrik tersebut. “Masih ada yang nunggu hasil PCR,” katanya.

1. Akan ditutup paling lama 14 hari

Menurut Alam, pabrik tersebut sudah ditutup sejak Senin (25/8/2020). Kata dia, butuh waktu 10-14 hari jika pabrik ingin kembali dibuka. “Nanti dievaluasi lagi sebelum dibuka kembali,” katanya.

Saat ini kata dia, Pemerintah Kabupaten Daerah Bekasi tengah melakukan beberapa strategi untuk meminimalisasi penyebaram COVID-19 dari pabrik tersebut, di antaranya melakukan sterilisasi, kontak tracing, test massif, terapi dan isolasi.

2. Awal mula penyebaran COVID di pabrik LG

Oleh karena itu, perusahaan mengambil tindakan untuk melakukan tes PCR terhadap karyawan lainnya. “Dilakukan PCR massal hari Jumat, karena almarhum termasuk staf di office yang mobile,” tegasnya.

Namun, dari hasil tes tersebut diketahui 238 orang karyawan lainnya juga terdeteksi positif COVID-19.

3. Pemerintah daerah dan perusahaan harus melakukan evaluasi

Sementara itu, Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito meminta Pemerintah Daerah dan Perusahaan melakukan evaluasi. Dia juga mengatakan, seharusnya sebelum mendapat izin untuk dibuka oleh Pemerintah Kabupaten, industri tersebut harus melalukan upaya seperti prakondisi, timing serta prioritas.

“Dan selalu konsultasi dengan Pemda serta monitoring evaluasi,” ujarnya.

4. LG akan lakukan penyemprotan disinfektan di pabriknya

Selain itu, pihak LG juga akan melakukan sterilisasi dengan menyemprotkan cairan disinfektan di seluruh area pabrik. Hal ini dilakukan demi meningkatkan keselamatan dan kesehatan karyawannya.

“Korporasi juga berencana untuk memperkuat social distancing dan langkah-langkah keamanan lainnya,” katanya.