Masa Darurat COVID-19, Bank Mandiri Berikan Ekstra Kemudahan Pelaku Usaha

Masa Darurat COVID-19, Bank Mandiri Berikan Ekstra Kemudahan Pelaku Usaha

Bank Mandiri Berikan Ekstra Kemudahan

Bank Mandiri Berikan Ekstra Kemudahan – Sejak diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan sejumlah daerah lain, industri perbankan turut melakukan penyesuaian jam operasional dan layanan untuk menenkan penyebaran COVID-19. Bank Mandiri sebagai salah satu instansi perbankan di Indonesia selain mengubah jadwal operasional juga menutup sementara sejumlah kantor cabang, termasuk layanan weekend banking di 28 kantor cabang di Jakarta.

Meski demikian, Bank Mandiri tetap berkomitmen memberikan pelayanan optimal untuk nasabahnya, terutama para pelaku usaha UMKM dan pengelola usaha besar atau segmen korporasi. Dua layanan Bank Mandiri yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha selama pandemi secara online adalah Mandiri Cash Management (MCM) dan Mandiri Internet Bisnis (MIB).

Baca juga : ACT Gandeng Gaspol Jek untuk Salurkan Bantuan Ke Jabodetabek

MCM adalah layanan internet banking bisnis yang memberikan Anda akses transaksi keuangan perusahaan meliput pembayaran, penerimaan, dan pengaturan likuiditas secara online. Nasabah memiliki keleluasaan menentukan limit transaksi sesuai kebutuhan bisnis perusahaan, cukup dengan mengakses ke fitur setting limit di aplikasi MCM. Dengan keleluasaan ini, nasabah dapat melakukan transaksi dalam jumlah besar tanpa harus ke cabang Bank Mandiri. Hal ini akan sangat membantu nasabah terutama pada masa diberlakukannya PSBB.

Di samping itu, MCM menggunakan jaringan koneksi yang aman, MCM 2.0 memberikan kemudahan bagi nasabah untuk pemantauan rekening bank dan melakukan berbagai jenis transaksi keuangan yang dapat diakses melalui https://mcm2.bankmandiri.co.id/. MCM 2.0 merupakan generasi kedua Cash Management Bank Mandiri.

Aplikasi MCM

Layanan MCM ini menjadi bentuk strategis dukungan Bank Mandiri kepada nasabah korporasi dalam memenangkan persaingan usaha dan meningkatkan nilai tambah melalui efisiensi serta efektivitas aktivitas keuangan yang meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan bisnis.

Selain MCM, Bank Mandiri juga memiliki MIB. MIB adalah layanan e-banking untuk melakukan transaksi finansial dan non finansial dengan aplikasi internet banking yang diperuntukkan bagi nasabah bisnis dari segmen perorangan dan perusahaan khususnya kategori perusahaan kecil dan menengah. Fitur yang terdapat di dalam layanan mandiri internet bisnis antara lain informasi umum rekening, transfer, pembayaran, pembelian, administrasi, informasi bisnis dan aktivitas bisnis.

Khusus untuk layanan MIB, Bank Mandiri memberikan keleluasaan berupa kenaikan total nominal transfer harian ke bank lain secara online menjadi Rp 200 juta, dari sebelumnya Rp 100 juta. Sedangkan transfer melalui Sistem Kliring Nasional (SKN) bisa mencapai total Rp 1 miliar per hari. Tidak hanya itu, pengguna MIB pun sekarang dapat membayar berbagai macam tagihan hingga total Rp 200 juta per hari.

Perubahan limit Transfer dan pembayaran tagihan di Mandiri Internet Bisnis ini bersifat sementara. Tanggal 30 Maret 2020 s/d 31 Mei 2020. Dapat dengan mudah diajukan oleh nasabah melalui call center 1500150 atau e-mail mib.operation@bankmandiri.co.id dengan menggunakan e-mail yang terdaftar pada akun MIB serta melampirkan surat permintaan resmi dari perusahaan.

Membantu Berikan Kesempatan

Menurut Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Hery Gunardi kebijakan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesempatan kepada nasabah. Melakukan transaksi transfer atau pembayaran dengan nilai di atas Rp 100 juta tanpa harus ke cabang Bank Mandiri.

“Relaksasi ini menjadi bagian dari kampanye #dirumahaja yang terus kami lakukan agar dapat menekan penyebaran Covid-19. Harapannya, pelonggaran ini juga akan berdampak pada aktivitas ekonomi nasabah individu. Retail sehingga dapat terus menggerakkan perekonomian nasional,” kata Hery dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Bank Mandiri juga memberikan berbagai keringanan kepada nasabah yang bidang usaha atau pekerjaan nya terdampak oleh krisis pandemik Covid-19. Relaksasi itu antara lain kebijakan penyesuaian pembayaran cicilan pokok atau bunga. Waktu dan atau penurunan suku bunga untuk selama maksimal satu tahun. Skema restrukturisasi lainnya sesuai jenis dan kondisi usaha debitur.

Pengemudi ojek dan driver online yang terdampak Covid-19 dan memiliki kredit kendaraan bermotor juga berkesempatan mendapatkan kebijakan relaksasi pembayaran cicilan.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan MCM dan MIB, Anda dapat menghubungi Mandiri Call 14000. Mengunjungi website Bank Mandiri dengan cara klik di sini.

Sumber : liputan6.com