Marah Peruri Minta Duit Rp500 M ke Pertamina

Marah Peruri Minta Duit Rp500 M ke Pertamina

Marah Peruri Minta Duit Rp500 M ke Pertamina

Marah Peruri Minta Duit Rp500 M ke Pertamina, – Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kecewa dengan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Perum Peruri.

Penyebabnya, perusahaan percetakan uang ini diduga meminta duit Rp500 miliar untuk proses paperless di Pertamina.

“Saya lagi paksakan tanda tangan digital, tapi Peruri gendeng juga masak minta Rp500 miliar untuk paperless Pertamina, itu sama aja uda dapat dari Pertamina, gak mau kerja lagi? Tidur? Jadi ular sanca? Ular piton?” kata Ahok dalam akun YouTube Poin yang dikutip, Rabu.

Perum Peruri dan Pertamina seharusnya bisa saling koordinasi masalah harga

Dilansir dari laman IDNPlay Poker, Menanggapi hal itu, Staf Khusus Kementerian BUMN Arya Sinulingga mengatakan, Peruri dan Pertamina merupakan perusahaan business to business, sehingga kedua perusahaan pelat merah itu seharusnya bisa koordinasi masalah harga.

“Itu urusan mereka. Apalagi ini kan sama-sama BUMN, bagi kami kementerian itu kantong kiri, kantong kanan. Silakan saja mereka bernegosiasi sebagai sesama perusahaan dan b to b gitu,” jelas Arya, Rabu.

Ahok menyoroti masalah kilang minyak di Indonesia

Selain itu, Ahok juga menyoroti masalah kilang minyak di Pertamina. Menurut dia, ada investor yang ingin melakukan kerja sama, namun tidak direspons oleh Pertamina.

“Kenapa investor mau kerja sama kalian diamin? Kenapa kalian tolak? Kenapa kalian kerja seperti ini? Saya lagi mau audit ini,” katanya.

Ahok soroti direksi sering lobi menteri dan ada komisaris titipan

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahja Purnama alias Ahok mengungkapkan sejumlah fakta di Pertamina. Menurutnya, selama ini beberapa direksi sering melobi menteri untuk bermain aman.

“Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, sempat marah-marah juga. Direksi-direksi gitu, semua lobinya ke menteri,” kata Ahok seperti dikutip dari video yang diunggah POIN, Selasa.

Saat dikonfirmasi siapa direksi yang dimaksud dan menteri siapa saja yang dilobi oleh para direksi di Pertamina, Ahok enggan berkomentar. Seperti diketahui, selain Kementerian BUMN, PT Pertamina yang aktif di sektor hulu dan hilir industri minyak dan gas ini, juga sering mendapat mandat dari Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral atau ESDM.

“No Comment,” kata Ahok, Selasa malam.

Tak hanya itu, Ahok juga menyoroti banyaknya komisaris titipan dari kementerian-kementerian. Selain itu, Ahok juga menyoroti keanehan sistem gaji di Pertamina. Sebab, apabila ada yang dicopot dari jabatannya, gajinya akan mengikuti gaji sebelumnya bukan gaji yang baru.

“Orang dicopot misalnya dari jabatan direktur utama anak perusahaan, gajinya Rp100 juta lebih, masak dicopot gajinya masih tetap sama, alasan orang lama. Harusnya ya gaji mengikuti jabatan baru,” ujar Ahok.