Jouska Bisa Kena Pidana 5 Tahun Penjara

Jouska Bisa Kena Pidana 5 Tahun Penjara

Jouska Bisa Kena Pidana 5 Tahun Penjara

Jouska Bisa Kena Pidana 5 Tahun Penjara – Persoalan yang mendera PT PT Jouska Finansial Indonesia alias Jouska membuat heboh pekan ini. Masyarakat ramai membicarakan mengenai Jouska yang diduga merugikan kliennya.

Satgas Waspada Investasi (SWI) pun akhirnya resmi menyetop operasi Jumat. Ini merupakan hasil dari pertemuan Satgas Waspada Investasi (SWI) dengan manajemen yang dihadiri Aakar Abyasa selaku pemilik dan pemimpin secara virtual di hari yang sama.

Satuan Tugas Waspada Investasi telah menghentikan kegiatan PT Jouska Financial Indonesia. Kepala Satgas Waspada Investasi OJK Tongam L Tobing mengatakan Jouska diduga melanggar Pasal 103 Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995.

“Kegiatan Jouska melakukan Penasihat Investasi atau Manajer Investasi tanpa izin diduga melanggar UU Pasar Modal,” kata Tonggam, Senin.

Tongam mengatakan apabila ditemukan bukti yang cukup, kasus ini bisa dilanjutkan ke proses hukum.

Jouska telah dihentikan Jumat 24 Juli

Pada Jumat, Satgas Waspada telah memanggil Jouska dalam pertemuan yang dihadiri Aakar Abyasa selaku pemilik dan pemimpin Jouska serta pengurus lainnya. Dalam pertemuan itu, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengeluarkan keputusan untuk menghentikan kegiatan PT Jouska Finansial Indonesia.

Jouska dinilai telah melakukan kegiatan usaha sebagai penasehat investasi dan atau agen perantara perdagangan efek tanpa izin. Tidak hanya Jouska, kegiatan PT Mahesa Strategis Indonesia dan PT Amarta Investa Indonesia yang diduga melakukan kegiatan penasihat investasi, manajer investasi atau perusahaan sekuritas tanpa izin juga dihentikan.

Masyarakat diimbau jangan takut berinvestasi asalkan cermat

Terlepas dari itu, Tongam mengimbau agar masyarakat tidak takut berinvestasi di pasar modal. Dengan catatan, masyarakat harus paham dan lebih teliti, terkait seperti apa izin lembaga tempat dia akan berinvestasi.

“Apakah sebagai penasihat investasi atau manajer investasi,” jelas dia.

Bisa terancam 5 tahun penjara dan denda lho!

Berdasarkan Pasal 103 Ayat 1 UU Pasar Modal, disebutkan setiap pihak yang melakukan kegiatan di pasar modal tanpa izin dapat diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Kemudian dalam Pasal 103 Ayat 2, disebutkan setiap pihak yang melakukan kegiatan tanpa memperoleh izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32, diancam dengan pidana kurungan paling lama satu tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

Berdasarkan Pasal 32 Ayat 1, disebutkan pihak yang dapat melakukan kegiatan sebagai Wakil Penjamin Emisi Efek, Wakil Perantara Pedagang Efek, atau Wakil Manajer Investasi hanya orang perseorangan yang telah memperoleh izin dari Bapepam.