Hotel Jakarta Segera Siap untuk Isolasi Pasien COVID-19

Hotel Jakarta Segera Siap untuk Isolasi Pasien COVID-19

Hotel Jakarta Segera Siap untuk Isolasi Pasien COVID-19, – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah menyiapkan 27 hotel di DKI Jakarta yang siap jadi tempat isolasi mandiri untuk pasien Covid-19. Total ada sekitar 3.700 kamar yang siap menampung para pengidap virus corona.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran mengatakan, sebanyak 27 hotel telah masuk dalam kriteria dan syarat pemerintah sebagai tempat isolasi mandiri.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan hingga saat ini sudah ada 30 hotel di DKI Jakarta yang siap untuk bekerja sama untuk isolasi pasien COVID-19. Saat ini, persiapan hotel sudah memasuki tahap finalisasi dari Kementerian Kesehatan untuk melihat kesiapan hotel menerima pasien.

“Industri hotel harus dapat mengikuti asesmen yang diisyaratkan Kementerian Kesehatan. Kesiapan hotel harus dapat dipastikan Kementerian Kesehatan agar jangan sampai justru terjadi klaster baru,” kata Wishnutama dalam keterangan tertulisnya IDNPlay Poker, Selasa.

Maulana menyebutkan, tempat isolasi terbanyak berada di kawasan Jakarta Pusat, yakni 11 hotel dengan total kamar 1.605 unit. Diikuti Jakarta Barat dengan 5 hotel dan jumlah kamar 602 unit.

Kemudian Jakarta Timur dengan 4 hotel dan 587 unit kamar, lalu Jakarta Selatan dengan 5 hotel dan 557 unit kamar, serta Jakarta Utara yang hanya 2 hotel dengan kapasitas 360 unit kamar.

Penyusunan mekanisme pelaksanaan

Kemenparekraf bersama Kemenkes kini sedang menyusun Standard Operating Procedure (Flowchart) mengenai mekanisme pelaksanaan, terkait bagaimana prosedur masyarakat yang positif terinfeksi COVID-19 namun tanpa gejala bisa check-in di hotel-hotel yang telah ditentukan.

Kemenparekraf akan menyiapkan dan menanggung biaya akomodasi berupa minimal hotel sekelas atau setara bintang 3, termasuk konsumsi serta layanan binatu tiap harinya. Sementara Kemenkes akan menangani keperluan medis seperti biaya obat, ambulans juga kunjungan dokter.

“Pemilihan hotel yang kami siapkan berdasarkan masukan dari PHRI. Selain usulan PHRI tersebut, bagi hotel yang sudah siap silakan kirim pengajuan ke Kemenparekraf/Baparekraf untuk selanjutnya ditinjau oleh Kemenkes,” kata Wishnutama.

Fokus di Jakarta dulu, daerah lain menyusul

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya mengatakan program ini akan difokuskan terlebih dahulu di Jakarta, kemudian menyusul beberapa provinsi lain di Indonesia hingga Desember 2020. “Syarat untuk hotel yang menjadi mitra yaitu tidak boleh menerima tamu lain kecuali pasien konfirmasi tanpa gejala,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kemenparekraf menganggarkan Rp100 miliar untuk hotel menjadi tempat isolasi pasien positif COVID-19. Anggaran ini juga mencakup fasilitas makan, minum, dan laundry setiap harinya bagi pasien COVID-19.

Sementara Menteri Perekonomian Sri Mulyani menganggarkan dana Rp3,5 triliun untuk pemakaian hotel bintang dua dan tiga, sebagai tempat isolasi mandiri bagi pasien COVID-19. Ruang isolasi di hotel tersebut akan disediakan pemerintah untuk pasien virus corona yang tanpa gejala. Dana tersebut akan diberikan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).