Erick Thohir Kaji Peran Bulog

Erick Thohir Kaji Peran Bulog hingga Berdikari

Erick Thohir Kaji Peran Bulog

Erick Thohir Kaji Peran Bulog. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir tengah mengkaji peran dari masing-masing perusahaan pelat merah di sektor pangan agar tak saling tumpang tindih. Perusahaan yang sedang dikaji itu adalah Perum Bulog, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) atau PPI, dan PT Berdikari (Persero).

“Kami mengkaji peran Perum Bulog, PPI, dan Berdikari supaya tidak tumpang tindih,” ujar Erick dalam video conference, Kamis.

Kemudian, pemerintah juga sedang mengkaji agar PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN menjadi tulang punggung bagi swasembada gula di Tanah Air. Hal ini khususnya untuk gula konsumsi.

Lalu, Erick berniat untuk menggabungkan BUMN di sektor pupuk, perkebunan, dan pertanian agar fokus bisnisnya tepat dan tak bertabrakan satu sama lain. Dengan penggabungan itu, ia berharap kinerja perusahaan semakin meningkat dan dampaknya positif untuk ekonomi nasional.

“Kami coba sinergikan pupuk, perkebunan, pertanian supaya benar-benar sesuai peta jalannya pas,” jelas dia.

Tak hanya itu, Erick kini sedang menyiapkan agar PT Garam (Persero) melakukan ekspansi ke luar negeri. Tujuannya, agar perusahaan itu bisa memproduksi garam untuk industri.

Erick menyatakan pihaknya sedang berdiskusi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian agar PT Garam bisa diberikan kesempatan berinvestasi hingga ke luar negeri. Namun, ia tak menjelaskan lebih lanjut terkait proses pembicaraannya dengan dua kementerian tersebut.

“Sekarang kan Indonesia masih impor gula konsumsi, kami ingin coba bisa tidak dengan sinergi BUMN nantinya akan ada swasembada gula konsumsi,” kata Erick.

Ia bilang ada 270 ribu hektare (ha) yang bisa digunakan untuk memproduksi gula konsumsi. Rencananya, satu hektare akan memproduksi tujuh ton gula konsumsi.

Selain itu, Erick juga akan mengubah fokus bisnis dari PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) untuk mendukung sektor pangan. Perusahaan itu kini bergerak di sektor logistik.

BUMN Butuh 2 Tahun Perbaiki Keuangan

Ia berpendapat keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mulai melonggarkan pembatasan di ruang publik adalah kebijakan yang tepat. Menurut Erick, hal itu akan menggerakkan lagi aktivitas ekonomi sehingga berdampak positif untuk kinerja BUMN.

Dengan situasi itu, Erick memproyeksi jumlah dividen yang bisa disetor BUMN dari buku keuangan tahun ini hanya seperempat atau 25 persen dari target yang sebesar Rp49 triliun. Artinya, total dividen yang disetorkan oleh BUMN hanya sebesar Rp12,25 triliun.

Berdasarkan catatannya, perusahaan pelat merah yang cukup bertahan di tengah pandemi adalah yang bergerak di sektor telekomunikasi, kesehatan, dan makanan. Sementara, sisanya terpaksa menanggung beban berat karena pandemi.

Sejauh ini, Erick telah melakukan efisiensi dengan memangkas jumlah klaster di BUMN dari 27 menjadi 12. Selain itu, ia juga memangkas 35 BUMN dari 142 perusahaan menjadi 107 perusahaan.