Dikabarkan Terlibat Korupsi Impor Daging, PT PPI Berikan Tanggapan!

Dikabarkan Terlibat Korupsi Impor Daging, PT PPI Berikan Tanggapan!

Dikabarkan Terlibat Korupsi Impor Daging

Dikabarkan Terlibat Korupsi Impor Daging – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam bidang perdagangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menyampaikan klarifikasi atas berita yang beredar seputar pihaknya terlibat akan skandal korupsi impor daging 2016.

Baca juga : Pemerintah Gerakkan BUMN Serap Hasil Tangkapan Ikan Nelayan dan Pembudidaya

Disebutkan, beberapa pejabat PT PPI tersandung kasus tersebut, termasuk Direktur Utama PT PPI periode Juli 2016 hingga April 2020, Agus Andiyani. Skandal ini diduga berlangsung sejak di hulu, dan penyelewengan diduga terjadi saat pengajuan kuota dan proses impor karkas sapi.

Direktur Utama PT PPI Fasika Khaerul Zaman menyatakan, saat ini, pihak-pihak yang terseret skandal tersebut sudah tidak menjabat di perusahaan.

“Kami sampaikan bahwa aplikasi idn poker pihak-pihak yang terlibat atas persoalan impor daging pada tahun 2016, tidak lagi menjabat di perusahaan,” jelas Fasika dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Lanjutnya, PT PPI juga akan mengikuti prosedur yang berlaku untuk menyelesaikan persoalan ini sampai benar-benar tuntas.

“Perusahaan mengikuti prosedur yang berlaku dan sangat kooperatif untuk apapun yang dibutuhkan pihak berwajib agar persoalan ini dapat diperiksa dalam tingkat penyelidikan maupun nantinya jika sampai pada tingkat penyidikan dapat mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya,” katanya.

Menjunjung Keterbukaan Informasi

Fasika menegaskan, perusahaan pimpinannya menjunjung tinggi keterbukaan informasi dan memastikan akan terus menjalankan proses bisnis berdasarkan prinsip good corporate governance (GCG) dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

“Demi mewujudkan tujuan dan cita-cita perusahaan dalam menstabilkan harga dan menjadi pendukung perekonomian bangsa,” ujarnya.

PT PPI sendiri merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang ekspor, impor, dan distribusi. Saat ini fokus pada penjualan komoditi reguler seperti perdagangan pupuk dan pestisida, farmasi dan alat kesehatan. Produk konsumsi, bahan bangunan dan alat-alat pertanian.

Adapun komoditi nonreguler yang saat ini sedang berjalan adalah importasi gula. Akan mengisi pasokan kebutuhan gula di seluruh wilayah Indonesia

Sumber : liputan6.com