Dialihkan Mulai 15 Juni, Lalu Lintas Simpang Susun Cibitung

Dialihkan Mulai 15 Juni, Lalu Lintas Simpang Susun Cibitung

Lalu Lintas Simpang Susun Cibitung

Lalu Lintas Simpang Susun CibitungPT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usaha Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTT) akan melakukan pengalihan lalu lintas di Simpang Susun (SS) Cibitung Km 24+600 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Pengalihan tersebut dilakukan pada Jumat 12 Juni 2020.

Baca juga : Menteri Keuangan Setuju Tambah Anggaran Pilkada Rp 1 T

Rekayasa lalu lintas itu dilakukan sehubungan dengan pembangunan proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing yang terletak di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, khususnya SS Cibitung.

General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Wiidyatmiko Nursejati menyampaikan, pengalihan lalu lintas yang dilakukan yakni berupa ramp off Cibitung dan Kawasan MM2100.

“Untuk kendaraan dari arah Jakarta yang akan menuju Cibitung dan menuju Kawasan MM2100, dialihkan melalui ramp konstruksi baru (Ramp 3.2) yang berjarak 900 meter sebelum ramp off eksisting,” jelasnya dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2020).

Dari Jakarta menuju Cibitung

Sementara untuk kendaraan dari arah Jakarta yang menuju Cibitung, ia melanjutkan, itu tetap melakukan transaksi di Gerbang Tol (GT) Cibitung 1. Sedangkan kendaraan dari arah Jakarta yang akan menuju Kawasan MM2100 tetap melakukan transaksi di GT Cibitung 2.

“Pengalihan lalu lintas akan berlaku mulai besok, Jumat 12 Juni 2020 pukul 10.00 WIB,” ujar Wiidyatmiko Nursejati.

Butuh 340 Juta Vaksin Corona

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memberi pernyataan mengejutkan soal perkembangan vaksin Covid-19 asal Indonesia. Menurut dia penelitian vaksin tak hanya dilakukan sendiri oleh Bio Farma, namun turut melibatkan perusahaan farmasi asal China.

Bahkan, langkah strategis ini telah dibahas secara teknis di tingkat kementerian terkait melalui rapat virtual pada hari ini. Mencakup Kementerian Keuangan, Kementerian Riset dan Teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi juga LIPI.

“Di mana untuk imunitas booster ini akan masuk ke tahapan uji klinis. Bahkan, tadi disampaikan untuk peralatan-peralatan seperti ventilator dan alat tes kita sudah bisa bikin sendiri,” tegas Airlangga dalam webinar bersama Asosiasi Emiten Indonesia, Rabu (11/6).

Kemudian kata Airlangga, pengembangan vaksin Covid-19 juga sedang dilakukan oleh perusahaan swasta yang cukup ternama di Indonesia. Pun dalam pelaksanaanya, Airlangga menyebut perusahaan swasta ini akan menggandeng perusahaan farmasi asal Korea Selatan.

Airlangga sendiri menargetkan produksi vaksin dalam negeri mencapai 340 juta unit sehingga dapat memenuhi kebutuhan nasional. Namun, ia menyadari untuk mempercepat proses pengembangan vaksin Covid-19 diperlukan regulasi oleh pemerintah.

“Mudah-mudahan dengan adanya Peraturan Menteri Keuangan terkait super tax deduction yang besarnya mencapai 300 persen, ini bisa menjembatani untuk percepatan secara nasional. Jadi, vaksin itu menjadi penting,” tegas dia.