Dampak Hantaman dari Corona, Susi Air Harus Terpaksa PHK Karyawan

Dampak Hantaman dari Corona, Susi Air Harus Terpaksa PHK Karyawan

Susi Air Harus Terpaksa PHK Karyawan

Susi Air Harus Terpaksa PHK Karyawan – Susi Pudjiastuti yang merupakan pemilik PT ASI Pudjiastuti Aviation atau penerbangan Susi Air mengaku telah merumahkan dan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dengan karyawannya sebagai dampak kuat dari pandemi Corona.

Baca juga : Bulog Gelontarkan Beras Bansos Presiden untuk 1,8 Juta Keluarga

Dikutip dari akun twitter resminya @susipudjiastuti, Kamis (4/6/2020), mantan menteri Kelautan dan Perikanan ini menuliskan bahwa hampir 99 persen penerbangan Susi Air berhenti.

Postingan tersebut menanggapi berita yang menuliskan bahwa ratusan pilot PT Garuda Indonesia kena PHK. “Susi air hampir 99% penerbangannyapun berhenti. Semua terkena dampak,” tulis Susi.

“Kamipun sama harus merumahkan & mem PHK karyawan.. karena situasi memang tidak memungkinkan,” lanjut Susi Pudjiastuti.

Babak Belur

Sebelumnya, industri penerbangan babak belur diterjang pandemi Covid-19. Penumpang pesawat rute domestik sejak Januari-Mei 2020 tinggal 14 persen.

“Secara ekonomi penumpang domestik ini dari Januari sampai Mei tinggal 14 persen,” kata Staf Ahli Indonesia Nasional Air Carier Association (INACA) Darmadi.

Rute penerbangan internasional pun tidak lebih baik. Dari pantauan rute internasional di Bandara Soekarno-Hatta (Cengkareng), Juanda (Surabaya) dan Kualanamu (Medan) menyisakan 35 persen penumpang.

Darmadi menuturkan dalam kajian International Air Transport Association (IATA) revenue penumpang tahun 2019 akan ditanggung pada tahun 2022. Melihat hasil kajian tersebut INACA akan menyelaraskan apa yang sudah ada dalam kajian.

“Dalam perundingan diskusi internal INACA sudah inline. Masalahnya dalam mengimplementasikan, hal-hal yang dibutuhkan dalam protokol kesehatan,” kata Darmadi.

Ketentuan untuk Penumpang

Sebelum penumpang melakukan penerbangan pada pebelian tiket online, diperlukan surat bebas COVID-19 yang dilakukan melalui tes rapid dan juga tes PCR.

Selain itu, INACA juga mendapat saran khusus untuk penerbangan internasional. Tes Covid-19 dilakukan di bandara asal dan bandara tujuan karena keduanya bisa saja memiliki standar yang berbeda.

Dalam hal ini bandara pun akan banyak mengambil peran. Tidak boleh terjadi lagi penumpukan penumpang yang menimbulkan kerumunan.

Selama perjalanan pun protokol kesehatan akan diberlakukan bagi penumpang dan awak kabin. Di dalam pesawat juga peralatan masker, sarung tangan dipastikan disediakan oleh maskapai penerbangan.

Sumber : liputan6.com