Biaya Imunisasi Vaksin COVID-19 Ditanggung Pemerintah

Biaya Imunisasi Vaksin COVID-19 Ditanggung Pemerintah

Biaya Imunisasi Vaksin COVID-19 Ditanggung Pemerintah

Biaya Imunisasi Vaksin COVID-19 Ditanggung Pemerintah, – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, proses pengadaan dan imunisasi vaksin Covid-19 akan menjadi program pemerintah. Dengan demikian, biaya imunisasi juga akan menjadi tanggungan pemerintah.

Menurutnya, jika masyarakat harus membayar untuk vaksin, maka akan terjadi celah antara golongan atas dan golongan bawah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan biaya penyuntikan vaksin COVID-19 akan ditanggung oleh pemerintah dan menjadi program pemerintah. Hal ini untuk menghindari terjadinya gap antara golongan menengah atas dan golongan menengah ke bawah.

“Saya takutnya kalau nanti dibebaskan, kaya dan miskin ada lagi dong. Nanti yang kaya duluan yang disuntik karena pada bayar duluan. Kan tidak bisa sperti itu,” katanya melalui tayangan virtual.

Nantinya jika vaksin sudah siap, pihaknya akan memetakan terlebih dahulu daerah mana yang diprioritaskan untuk dilakukan penyuntikkan.

Menurut dia penyuntikan vaksin akan dilakukan terhadap daerah yang sudah rawan terlebih dahulu, misalnya Jawa Timur, Sulawesi Selatan atau Sumatera Utara.

“Selama ini sudah digaungkan ada 8 daerah yang terus tinggi. Nah apakah daerah seperti Labuan Bajo, NTT tidak perlu diimunisasi? Ya harus tapi mungkin tidak dibulan pertama. Mungkin bulan pertama mungkin Jatim, Sulsel, atau Sumut yang pada saat ini masih tinggi,” katanya.

Saat ini, BUMN melalui PT Bio Farma tengah menyelesaikan uji klinis tahap 3 vaksin Sinovac asal China. Jika pelaksanaannya lancar dan tidak ada hambatan, pihaknya optimis bisa segera memproduksi vaksin dan menyuntikkan 30 hingga 40 juta dosis vaksin di awal tahun 2021 ke masyarakat Indonesia.

“Kalau ini benar semua, Januari-Februari kita bisa menyuntikkan sampai kurang lebih 30-40 juta vaksin,” ujar Erick.

Sementara, estimasi biaya yang diperlukan untuk pengadaan vaksin hingga imunisasi untuk 160 hingga 190 juta masyarakat Indonesia ialah sekitar USD 4,5 miliar atau Rp 65,9 triliun (asumsi kurs Rp 14.671), dengan catatan harga vaksin berkisar USD 15 per dosis. Untuk imunisasi, setidaknya diperlukan 2 suntikan per orangnya.

Akan ada pemetaan daerah mana yang rawan COVID-19

Namun, pihaknya akan memetakan terlebih dahulu daerah mana yang diprioritaskan untuk dilakukan penyuntikan vaksin. Penyuntikan vaksin akan didahulukan di daerah yang rawan.

“Selama ini sudah digaungkan ada 8 daerah yang terus tinggi. Nah apakah daerah seperti Labuan Bajo, NTT tidak perlu diimunisasi? Ya harus tapi mungkin tidak dibulan pertama. Mungkin bulan pertama mungkin Jatim, Sulsel, atau Sumut yang pada saat ini masih tinggi,” kata Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ini.

Sebagian anggaran menggunakan dana dari Kementerian Kesehatan

Sementara sebagian anggaran menggunakan dana dari Kementerian Kesehatan, yang akan digunakan untuk membayar down payment (DP) pembelian vaksin. Dalam pelaksanaan penyuntikan vaksin, kata Erick, pihaknya juga menggandeng BPK, BPKP, hingga kejaksaan untuk memastikan proses administrasinya aman tidak ada celah untuk “pemain” yang mencari keuntungan.

“Saya rasa ini yang sudah kami sudah rapatkan kemarin kan dari anggaran Menkes, ada yang tersisa Rp24,8 (triliun) mungkin sebagian buat DP vaksin,” jelas Erick.

Butuh Rp65,25 triliun untuk penyuntikan dan pengadaan vaksin

Adapun berdasarkan perkiraannya
pemerintah membutuhkan dana sebesar UU$4,5 miliar atau sekitar Rp65,25 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS) untuk menyuntikan vaksin COVID-19 kepada 160-190 juta penduduk Indonesia. Menurut Erick, setiap orang membutuhkan dua kali penyuntikan vaksin COVID-19.

“Kalau harganya US$15 per vaksin, jadi berapa? Anggaplah 300 juta (vaksin) kali US$15 berarti sudah USUS$4,5 miliar,” katanya dalam acara virtual, Jumat.

Estimasi anggaran tersebut termasuk biaya pembelian vaksin, biaya jarum suntik hingga anggaran tenaga kerja.