Bank Dunia Minta Akses Perdagangan Ditambah

Bank Dunia Minta Akses Perdagangan Ditambah

Minta Akses Perdagangan Ditambah

Bank Dunia – Presiden Bank Dunia David Malpass, negara-negara diseluruh dunia perlu untuk menambah tau menigkatkan akses perdagangan ditengah pandemi corona.

Hal tersebut ditujukan agar roda ekonomi dimasing-masing negara tetap berjalan terutama dalam rantai bahan-bahan makanan.

“Negara-negara diharapkan untuk mengizinkan penambahan perdagangan agar efek pandemi terhadap ekonomi negara lebih ringan,” kata Malpass dalam konferensi pers virtual, sebagaimana ditulis Minggu (19/4/2020).

Baca juga : Tengah Pandemi Corona, Ekspor Perikanan Indonesia Meningkat

Lebih lanjut, dirinya juga berharap agar negara-negara tidak meningkatkan proteksi perdagangan terlalu ketat. Adapun saat ini, Bank Dunia mengamati rantai pasok makanan di negara berkembang khususnya di Afrika menjadi isu yang harus didalami.

Di sisi lain, tenaga kerja juga berkurang karena pabrik dan perusahaan tidak beroperasi sementara. Orang-orang, lanjut Malpass, bahkan kesulitan hanya untuk idn poker apk terbaru membeli makanan.

“Jadi, kita memang sedang mengalami masalah yang berlipat ganda, baik dari sisi permintaan maupun penawaran,” kata Malpass.

Sementara itu, Bank Dunia sendiri memiliki program darurat untuk 100 negara yang rencananya akan diluncurkan akhir April mendatang. Program yang dikhususkan untuk membantu negara melawan pandemi Corona ini telah berjalan di 64 negara.

Adapun nilai yang disiapkan mencapai USD 160 miliar untuk 15 bulan ke depan, mencakup perlindungan ekonomi, sosial dan kesehatan. “Merespon Covid-19, Bank Dunia fokus untuk mengambil tindakan yang cepat dan meluas,” kata Malpass.

Minta Kreditur Ringankan Cicilan Utang

Bank Dunia mendorong kreditur komersial memberikan keringanan untang kepada negara miskin di tengah pandemi corona. Dikarenakan negara tersebut sedang mengalami masa berat kalah menangani pandemi ini.

“Negara-negara yang termasuk dalam IDA (International Development Association) juga didorong untuk bisa mendapat kredit dengan persyaratan yang sama seperti kreditur komersial,” kata Malpass dalam konferensi pers virtual, sebagaimana ditulis Minggu (18/4/2020).

Lebih lanjut, sebelumnya Malpass bersama Kristalina Georgieva, Managing Director International Monetary Fund (IMF) telah berdiskusi secara virtual dan menyepakati keputusan untuk meringankan utang negara miskin, bersama dengan negara-negara G20 dan Paris Club.

Dengan diputuskannya penangguhan utang bagi negara miskin oleh Menteri Keuangan negara G20, maka diharapkan negara miskin dapat fokus meningkatkan jaring pengaman sosial kesehatan mereka sehingga pandemi dapat dikendalikan.

“Saya dan Kristalina sangat senang mengetahui program ini berjalan dengan baik,” tutur Malpass.

Bank Dunia sendiri telah mempersiapkan program untuk 100 negara paling terdampak pandemi Corona, dengan prioritas negara di benua Afrika.

Laman Reuters menyebut, Africa masih membutuhkan dana untuk menangani pandemi Corona sebesar USD 44 miliar.

“Kami membantu negara-negara terdampak dengan beberapa cara. Program bagi 100 negara nantinya akan lebih banyak disalurkan ke negara di Afrika,” kata Malpass.

Sumber : liputan6.com